Ringkasan:
- Keamanan pangan tidak hanya mencakup makanan itu sendiri, tetapi juga material yang bersentuhan langsung dengan makanan.
- Oleh karena itu, keamanan kimia (chemical safety) menjadi salah satu aspek penting dalam mengevaluasi material kemasan makanan, termasuk potensi keberadaan zat seperti phthalates.
- Foopak Bio Natura telah menjalani pengujian independen oleh Intertek Indonesia terhadap tujuh jenis phthalates. Ketujuhnya dilaporkan sebagai Not Detected (ND) dengan batas deteksi metode sebesar 50 mg/kg (ppm).
Keamanan makanan merupakan aspek penting untuk melindungi konsumen dan memastikan makanan tetap aman di sepanjang rantai pasok. Namun, menjaga keamanan pangan tidak cukup hanya dengan memperhatikan bahan baku, proses pengolahan, penanganan, dan penyimpanan makanan. Material yang digunakan untuk mengemas dan menangani makanan juga menjadi bagian dari sistem keamanan pangan secara menyeluruh.
Hal ini relevan dengan World Food Safety Day 2026, yang menyoroti pentingnya mengubah bukti ilmiah menjadi solusi praktis untuk meningkatkan keamanan pangan. World Health Organization (WHO) dan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menekankan peran bukti ilmiah dan data dalam memahami serta menangani risiko keamanan pangan.
Dalam industri kemasan makanan, pendekatan berbasis bukti ini juga dapat diterapkan pada material yang bersentuhan langsung dengan makanan. Pengujian dapat memberikan informasi yang lebih objektif mengenai zat tertentu, sehingga membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan data saat memilih material kemasan.
Chemical Safety Merupakan Bagian dari Keamanan Kemasan Makanan

Pembahasan mengenai keamanan makanan sering kali berfokus pada bahaya biologis. Namun, material yang digunakan untuk mengemas makanan juga perlu dievaluasi dari sisi eamanan kimia . Karena itu, komposisi material kemasan yang bersentuhan dengan makanan menjadi bagian penting dari pembahasan keamanan pangan secara keseluruhan.
Keamanan kimia mencakup pemahaman mengenai zat yang terkandung dalam suatu material serta evaluasi terhadap potensi risiko zat tertentu dalam kondisi penggunaan yang dimaksudkan. Dalam konteks kemasan makanan, hal ini termasuk mempertimbangkan kemungkinan migrasi zat dari material kemasan ke dalam makanan.
Salah satu kelompok senyawa yang mendapat perhatian dalam aplikasi food-contact adalah phthalates, yang umum dikaitkan dengan penggunaan plasticizers.
Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), phthalates telah digunakan sebagai plasticizers dalam berbagai aplikasi, termasuk pada jenis kemasan makanan dan material yang bersentuhan dengan makanan tertentu. Aspek keamanan setiap jenis phthalate bergantung pada sejumlah faktor, seperti jenis senyawa, tujuan penggunaannya, tingkat paparan, dan informasi toksikologi yang tersedia.
Informasi mengenai keberadaan phthalates tertentu pun relevan dalam mengevaluasi karakteristik kimia material kemasan makanan. Hal ini juga berkaitan dengan konsep cleaner chemistry, yaitu pendekatan dalam perancangan material yang mempertimbangkan tidak hanya kinerja fungsional, tetapi juga zat yang digunakan serta transparansi informasi mengenai karakteristik kimianya.
Dengan demikian, penerapan, cleaner chemistry dalam kemasan makanan dapat didukung oleh informasi material yang jelas dan, jika relevan, pengujian independen terhadap zat yang menjadi perhatian pelanggan maupun pemilik merek (brand owners).
Mengapa Plasticizers Perlu Diperhatikan dalam Kemasan Makanan?
Plasticizers merupakan zat yang digunakan dalam berbagai material untuk meningkatkan karakteristik tertentu, seperti fleksibilitas, kelembutan, atau kemudahan pemrosesan. Phthalates adalah salah satu kelompok senyawa kimia yang telah digunakan sebagai plasticizers.
Dalam kemasan makanan, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan migrasi zat dari material kemasan ke dalam makanan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik kimia material yang bersentuhan langsung dengan makanan dapat menjadi bagian dari evaluasi keamanan kemasan secara menyeluruh.
Di sinilah pengujian independen berperan penting. Alih-alih hanya mengandalkan pernyataan umum mengenai keamanan kimia, pengujian dapat memberikan informasi spesifik mengenai apakah zat tertentu terdeteksi dalam suatu material berdasarkan metode yang digunakan.
Pada Foopak Bio Natura, pengujian difokuskan pada tujuh jenis phthalates.
Foopak Bio Natura Tested Not Detected for Seven Phthalates
Foopak Bio Natura menjalani pengujian independen oleh Intertek Indonesia terhadap tujuh jenis phthalates. Seluruhnya dilaporkan sebagai Not Detected (ND) dengan batas deteksi metode sebesar 50 mg/kg (ppm). Analisis dilakukan menggunakan metode solvent extraction dan gas chromatography–mass spectrometry (GC/MS), dengan mengacu pada IEC 62321-8:2017.
Tujuh jenis phthalates yang diuji meliputi:
- DEHP — Di(2-ethylhexyl) Phthalate
- DBP — Dibutyl Phthalate
- BBP — Benzyl Butyl Phthalate
- DIBP — Diisobutyl Phthalate
- DINP — Diisononyl Phthalate
- DIDP — Diisodecyl Phthalate
- DNOP — Di-n-octyl Phthalate
Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak satu pun dari tujuh jenis phthalates yang diuji terdeteksi pada atau di atas batas deteksi metode dalam kondisi pengujian yang ditetapkan. Penting untuk dipahami bahwa Not Detected tidak berarti suatu zat benar-benar tidak ada dalam jumlah absolut. Istilah ini menunjukkan bahwa zat tersebut tidak terdeteksi menggunakan metode dan batas deteksi yang ditentukan. Pengujian ini juga secara khusus mencakup tujuh jenis phthalates tersebut, bukan seluruh jenis plasticizers atau senyawa kimia yang mungkin ada.
Dengan demikian, hasil pengujian ini memberikan bukti spesifik yang telah diverifikasi secara independen bahwa ketujuh jenis phthalates tersebut tidak terdeteksi pada material Foopak Bio Natura yang diuji, berdasarkan batas deteksi yang dinyatakan.
Apa Arti Hasil Pengujian Ini bagi Kemasan Pangan?

Hasil pengujian memberikan bukti spesifik yang dapat dipertimbangkan bersama informasi material dan persyaratan food-contact lainnya dalam mengevaluasi kemasan pangan. Bagi pelanggan dan brand owners, informasi ini dapat membantu proses pemilihan material, terutama ketika transparansi kimia menjadi salah satu kriteria yang dipertimbangkan.
Pengujian Independen Memberikan Bukti Objektif
Pengujian dilakukan oleh Intertek Indonesia, dan menghasilkan bukti berbasis analisis laboratorium mengenai tujuh jenis phthalates yang diuji pada Foopak Bio Natura.
Informasi ini lebih spesifik dibandingkan pernyataan umum mengenai keamanan kimia. Hasil pengujian mengidentifikasi zat yang dianalisis dan mendokumentasikan hasilnya berdasarkan kondisi pengujian yang telah ditentukan.
Dengan demikian, pelanggan dapat menggunakan laporan pengujian tersebut sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mengevaluasi material kemasan pangan.
Meningkatkan Transparansi Kimia Material
Seiring meningkatnya perhatian terhadap transparansi material, brand owners dan pengguna kemasan mungkin memerlukan informasi yang lebih jelas mengenai karakteristik kimia material yang mereka pilih.
Pengujian Foopak Bio Natura menyediakan informasi tersebut untuk tujuh jenis phthalates tertentu. Karena seluruhnya dilaporkan sebagai Not Detected, hasil ini memberikan bukti tambahan bagi pelanggan yang ingin mengevaluasi keberadaan senyawa-senyawa tersebut pada material yang diuji.
Informasi ini khususnya relevan bagi pelanggan yang memiliki persyaratan tertentu terkait penggunaan plasticizers atau keberadaan phthalates dalam kemasan pangan.
Menjawab Pertanyaan tentang Zat Tertentu
Nilai penting pengujian ini juga terletak pada cakupannya yang spesifik. Alih-alih membuat klaim luas mengenai seluruh bahan kimia atau plasticizers, pengujian mengidentifikasi tujuh jenis phthalates secara individual dan mencatat hasil untuk masing-masing senyawa.
Pendekatan ini memudahkan pelanggan memahami hasil pengujian dan membandingkannya dengan persyaratan material atau kebutuhan spesifik mereka.
Pada saat yang sama, cakupan pengujian perlu dipahami secara tepat. Hasilnya hanya berlaku untuk tujuh jenis phthalates yang diuji dan tidak dapat diartikan sebagai hasil pengujian terhadap seluruh jenis plasticizers atau senyawa kimia lainnya.
Melengkapi Teknologi Material Foopak Bio Natura
Pengujian phthalates merupakan bagian dari informasi yang lebih luas mengenai karakteristik material Foopak Bio Natura.
Foopak Bio Natura menggunakan water-based coating eksklusif untuk memberikan sifat penghalang (barrier properties) pada materialnya. Pengujian independen tersebut menambahkan informasi mengenai karakteristik kimia paperboard yang telah dilapisi, sehingga melengkapi informasi mengenai fungsi dan karakteristiknya sebagai material kemasan pangan.
Secara keseluruhan, berbagai karakteristik ini mendukung pendekatan yang lebih menyeluruh dalam pengembangan kemasan pangan, dengan mempertimbangkan kinerja, desain material, dan transparansi kimia.
Mendukung Kemasan Pangan yang Lebih Aman
Keamanan pangan membutuhkan perhatian di seluruh rantai pasok. Dalam konteks kemasan pangan, hal ini berarti mempertimbangkan bukan hanya kinerja material, tetapi juga informasi yang tersedia mengenai karakteristik kimianya.
Karena itu, keamanan kimia menjadi salah satu aspek penting dalam mengevaluasi material kemasan yang bersentuhan dengan makanan. Ketika zat tertentu menjadi perhatian, pengujian independen dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai keamanan kimia melalui bukti yang lebih konkret dan terdokumentasi.
Untuk Foopak Bio Natura, Intertek Indonesia telah melakukan pengujian independen terhadap tujuh jenis phthalates, yaitu DEHP, DBP, BBP, DIBP, DINP, DIDP, dan DNOP. Seluruhnya dilaporkan sebagai Not Detected, dengan batas deteksi metode sebesar 50 mg/kg (ppm).
Hasil ini memberikan bukti laboratorium yang spesifik mengenai ketujuh jenis phthalates tersebut sekaligus mendukung transparansi yang lebih baik dalam proses evaluasi material kemasan pangan.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan phthalate-free?
Phthalate-free berarti suatu produk atau material tidak mengandung phthalates, atau phthalates tidak terdeteksi berdasarkan batas deteksi metode pengujian tertentu. Makna pastinya bergantung pada spesifikasi produk dan kriteria pengujian yang digunakan. Dalam konteks kemasan pangan, pengujian independen dapat memberikan bukti mengenai keberadaan jenis phthalates tertentu dalam suatu material.
2. Apakah phthalates termasuk microplastics?
Tidak. Phthalates merupakan senyawa kimia yang umum digunakan sebagai plasticizers untuk meningkatkan fleksibilitas dan kemudahan pemrosesan jenis plastik tertentu. Sementara itu, microplastics adalah partikel plastik berukuran sangat kecil. Meskipun phthalates dapat dikaitkan dengan material plastik, phthalates merupakan senyawa kimia, bukan partikel plastik.
3. Apakah phthalates berbahaya?
Potensi dampak phthalates terhadap kesehatan bergantung pada jenis senyawa, tingkat dan durasi paparan, serta faktor lainnya. Beberapa jenis phthalates menjadi perhatian karena bukti ilmiah menunjukkan potensi dampak terhadap sistem endokrin dan reproduksi. Namun, risikonya berbeda-beda untuk setiap senyawa, sehingga semua phthalates tidak dapat dianggap memiliki dampak kesehatan yang sama. Mengevaluasi keberadaan senyawa ini dalam material yang bersentuhan dengan makanan merupakan salah satu langkah untuk mendukung pemilihan material berdasarkan informasi yang memadai.

