Understanding the PFOS Ban and Its Impact on Packaging Materials
Understanding the PFOS Ban and Its Impact on Packaging Materials

Mengenal Larangan PFOS dan Dampaknya terhadap Kemasan

Ringkasan:

  • PFOS banyak digunakan karena sifatnya yang tahan terhadap minyak, lemak, air, dan noda, termasuk dalam aplikasi kemasan makanan (food packaging).
  • Regulasi kini tidak hanya berfokus pada PFOS, tetapi juga mencakup pembatasan PFAS secara lebih luas. Uni Eropa dan Amerika Serikat telah menerapkan kebijakan yang berdampak pada kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan (food-contact packaging).
  • Paperboard bebas PFAS menawarkan alternatif untuk kemasan makanan, dengan solusi seperti Foopak Bio Natura, Foopak Anchor Bio, dan Foopak Grease Resistant Paper.

Per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS) telah lama digunakan karena kemampuannya menahan minyak, lemak, air, panas, dan noda. Salah satu zat yang paling dikenal dalam kelompok ini adalah perfluorooctane sulfonic acid, or PFOS.

PFOS sendiri telah melalui proses penghentian penggunaan secara bertahap (phase-out) di banyak pasar. Di Amerika Serikat, 3M, produsen utama PFOS, mulai menghentikan produksinya secara sukarela pada 2000 dan menyelesaikan proses tersebut pada 2002. Setelah itu, U.S. Environmental Protection Agency (EPA) mengumumkan pembatasan terhadap produksi dan impor zat yang berkaitan dengan PFOS.

Namun, pembahasan regulasi kini telah meluas melampaui PFOS. Pemerintah di berbagai negara semakin berfokus pada PFAS sebagai kelompok bahan kimia yang lebih luas, termasuk melalui pembatasan penggunaannya dalam kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Perubahan ini sangat relevan bagi industri kemasan kertas dan paperboard, yang secara historis menggunakan bahan kimia berfluorinasi untuk memberikan ketahanan terhadap minyak dan lemak.

Mengapa PFOS Banyak Digunakan?

PFOS dan PFAS lainnya banyak digunakan karena mampu memberikan ketahanan yang kuat terhadap minyak, lemak, air, dan noda. Karakteristik ini membuatnya berguna dalam kemasan makanan, terutama ketika material kertas dan paperboard perlu mencegah minyak serta cairan meresap ke dalam material.

Dalam industri kemasan, PFAS banyak dimanfaatkan karena kemampuannya untuk memberikan:

  • Ketahanan terhadap minyak dan lemak (grease and oil resistance) untuk mencegah minyak dari makanan meresap dan menembus kertas.
  • Ketahanan terhadap air (water resistance) untuk membantu melindungi kemasan dari kelembapan.
  • Ketahanan terhadap panas dan bahan kimia (heat and chemical resistance) untuk aplikasi yang menuntut performa tinggi dalam kontak dengan makanan.
  • Daya tahan dan performa tanpa mengubah tampilan atau tekstur material secara signifikan.

Namun, sifat PFOS dan PFAS lainnya yang sulit terurai dan bertahan lama di lingkungan menimbulkan kekhawatiran soal dampak jangka panjangnya. Karena itu, regulasi semakin bergeser dari pembatasan zat tertentu, seperti PFOS, menuju pendekatan yang mencakup PFAS sebagai kelompok bahan kimia yang lebih luas.

Regulasi Utama yang Mendorong Penghentian Penggunaan PFOS

Peralihan dari PFOS merupakan bagian dari perubahan regulasi yang lebih luas. Alih-alih hanya berfokus pada satu bahan kimia, regulator kini semakin memperhatikan PFAS secara keseluruhan, terutama ketika zat-zat tersebut digunakan dalam produk yang dapat bersentuhan langsung dengan makanan.

1. Uni Eropa: PPWR dan Pembatasan PFAS

Uni Eropa mengambil langkah penting melalui Packaging and Packaging Waste Regulation (PPWR), yaitu Regulation (EU) 2025/40.

PPWR mulai berlaku pada 12 Agustus 2026 dan menetapkan batas khusus PFAS untuk kemasan yang bersentuhan dengan makanan. Sejak tanggal tersebut, kemasan untuk kontak dengan makanan tidak dapat dipasarkan di Uni Eropa jika kandungan PFAS-nya mencapai atau melebihi ambang batas yang ditentukan, yaitu:

  • 25 ppb untuk setiap PFAS yang diukur melalui analisis PFAS terarah (targeted PFAS analysis), dengan mengecualikan PFAS polimerik dari kuantifikasi.
  • 250 ppb untuk jumlah seluruh PFAS yang teridentifikasi melalui analisis terarah.
  • 50 ppm untuk PFAS, termasuk PFAS polimerik.

Regulasi ini sangat relevan bagi kemasan kertas dan paperboard karena kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan termasuk dalam cakupannya.

Panduan Komisi Eropa pada 2026 juga memperjelas bahwa food-contact packaging mencakup kemasan yang dirancang untuk bersentuhan dengan makanan. Artinya, perusahaan yang memasarkan kemasan ke Uni Eropa perlu mempertimbangkan kepatuhan terhadap ketentuan PFAS dalam pemilihan material dan penyusunan dokumentasi teknis.

Perubahan ini menjadi langkah penting bagi industri kemasan. Produsen dan perusahaan pengolah kemasan (converters) tidak lagi cukup hanya memeriksa keberadaan zat tertentu, seperti PFOS. Mereka juga perlu memahami profil PFAS secara lebih menyeluruh dalam material yang digunakan.

2. Amerika Serikat: Larangan PFAS di Tingkat Negara Bagian

Amerika Serikat menerapkan pendekatan regulasi yang sedikit berbeda. Masing-masing negara bagian memperkenalkan pembatasan PFAS sendiri, di samping kebijakan di tingkat federal.

Pada Februari 2024, U.S. Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan bahwa bahan pelapis tahan minyak (grease-proofing substances) yang mengandung PFAS tidak lagi dijual untuk penggunaan dalam aplikasi kontak dengan makanan di pasar AS. Langkah ini secara efektif menghilangkan salah satu sumber utama paparan PFAS yang berkaitan dengan kemasan makanan, seperti pembungkus makanan cepat saji, kantong popcorn microwave, wadah paperboard untuk makanan pesan antar, dan kantong makanan hewan.

Pada Januari 2025, FDA juga menetapkan bahwa 35 food-contact notifications yang mencakup bahan pelapis tahan minyak berbasis PFAS untuk kemasan makanan dari kertas dan paperboard tidak lagi berlaku karena penggunaan tersebut telah dihentikan.

Di tingkat negara bagian, pembatasan telah diterapkan di berbagai wilayah. Sebagai contoh, Hawaiimelarang produksi, penjualan, distribusi, atau penggunaan kemasan makanan yang sengaja ditambahkan PFAS (intentionally added PFAS). Larangan tersebut mulai berlaku pada 31 Desember 2024.

Minnesota juga melarang penggunaan PFAS yang sengaja ditambahkan ke dalam kemasan makanan berdasarkan undang-undang negara bagiannya.

Negara bagian lain, termasuk California, Colorado, Maine, Maryland, New York, Oregon, Rhode Island, Vermont, dan Washington, juga telah menerapkan pembatasan atau penghentian penggunaan PFAS yang berdampak pada kemasan makanan. Namun, cakupan, definisi, pengecualian, dan tanggal berlakunya berbeda-beda di setiap negara bagian.

Bagi produsen kemasan dan pemilik merek yang beroperasi di berbagai pasar AS, kepatuhan terhadap regulasi PFAS tidak lagi dapat diperlakukan sebagai persoalan satu pasar saja.. Spesifikasi material perlu mempertimbangkan persyaratan yang berbeda, bergantung pada lokasi penjualan atau penggunaan kemasan.

3. Tren Global Menuju Pembatasan PFAS yang Lebih Luas

Perkembangan regulasi juga semakin meluas, tidak hanya mencakup PFOS dan zat PFAS tertentu lainnya.

Perbedaan ini penting karena PFOS hanyalah salah satu anggota dari kelompok PFASyang jauh lebih besar. Menghilangkan PFOS dari suatu material kemasan tidak serta-merta berarti material tersebut bebas dari PFAS lainnya.

Panduan FDA terkait penggunaan bahan kimia dalam aplikasi kontak dengan makanan mencerminkan pendekatan yang lebih luas ini. FDA menjelaskan bahwa PFAS merupakan kelompok bahan kimia yang besar dan beragam, dengan karakteristik yang dapat berbeda bergantung pada struktur kimia dan aplikasinya.

Sementara itu, regulasi seperti PPWR Uni Eropa menetapkan batas untuk PFAS sebagai kelompok yang lebih luas, bukan sekadar melarang PFOS. Perkembangan ini mendorong produsen kemasan untuk beralih ke material bebas PFAS dan teknologi barrier alternatif, alih-alih mengganti satu bahan berfluorinasi yang dibatasi dengan bahan berfluorinasi lainnya.

Bagi perusahaan kemasan, implikasi praktisnya meliputi:

  • Meninjau bahan baku, lapisan pelapis (coatings), dan bahan tambahan fungsional (functional additives) untuk mengidentifikasi keberadaan PFAS.
  • Meminta dokumentasi PFAS dan laporan pengujian yang sesuai dari pemasok.
  • Mempertimbangkan persyaratan di negara tujuan saat memilih material.
  • Mengembangkan alternatif yang tahan terhadap minyak dan kelembapan tanpa bergantung pada bahan kimia berfluorinasi.
  • Menyimpan dokumentasi teknis untuk membuktikan kepatuhan terhadap regulasi jika diperlukan.

Khusus untuk kemasan foodservice, penerapan desain bebas PFAS semakin penting seiring dengan berkembangnya regulasi yang mendorong penggunaan material kemasan yang lebih aman untuk kontak dengan makanan.

Solusi Paperboard Foopak untuk Kemasan Bebas PFAS

Peralihan dari PFOS dan PFAS lainnya mendorong produsen kemasan untuk mengeksplorasi teknologi barrier alternatif yang mampu memberikan ketahanan terhadap minyak dan kelembapan tanpa menggunakan bahan kimia berfluorinasi.

Foopak menawarkan solusi kertas dan paperboard bebas PFAS untuk aplikasi kemasan makanan. Salah satunya adalah Foopak Bio Natura, yang menggunakan teknologi aqueous dispersion coating untuk memberikan ketahanan terhadap minyak dan kelembapan tanpa menggunakan PFAS. Produk ini dirancang untuk berbagai aplikasi, seperti gelas, mangkuk, wadah makanan, dan kotak bekal.

Untuk aplikasi lainnya, Foopak Anchor Bio memberikan perlindungan terhadap kelembapan dan ketahanan terhadap penetrasi cairan melalui bagian tepi material (edge-wicking resistance). Sementara itu, Foopak Grease Resistant Paper dirancang untuk kebutuhan kemasan yang memerlukan ketahanan terhadap minyak dan lemak. Solusi-solusi ini memberikan alternatif bagi produsen kemasan seiring dengan terus berkembangnya regulasi terkait PFAS.

FAQ

1. Apakah PFOS dan PFAS sama?

No. PFAS PFAS merujuk pada kelompok besar yang terdiri atas ribuan bahan kimia sintetis, sedangkan PFOS (perfluorooctane sulfonic acid) merupakan salah satu jenis PFAS tertentu. PFOS termasuk salah satu PFAS yang paling banyak diteliti dan produksinya telah dihentikan secara bertahap di Amerika Serikat.

2. Produk apa saja yang mengandung PFOS?

Secara historis, PFOS digunakan dalam berbagai produk yang membutuhkan ketahanan terhadap minyak, air, lemak, atau noda. Sumber potensialnya meliputi beberapa jenis kemasan makanan, karpet dan kain tahan noda, pakaian tahan air, busa pemadam kebakaran, serta produk industri tertentu. Karena penggunaan PFOS telah dihentikan secara bertahap atau dibatasi di banyak pasar, keberadaannya dalam produk konsumen saat ini secara umum jauh lebih rendah dibandingkan masa lalu.

3. Apa dampak PFOS terhadap kesehatan manusia?

PFOS dapat bertahan di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama. Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara paparan PFOS dan peningkatan kadar kolesterol, perubahan enzim hati, penurunan respons antibodi terhadap beberapa vaksin, sedikit penurunan berat lahir bayi, serta hipertensi akibat kehamilan atau preeklamsia. Namun, dampak terhadap kesehatan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk tingkat, frekuensi, dan durasi paparan serta karakteristik individu. Penelitian mengenai dampak PFAS terhadap kesehatan juga masih terus berlangsung.

Scroll to Top