Are Your Food Packaging Products Ready for Thailand’s New TIS Standards?
Are Your Food Packaging Products Ready for Thailand’s New TIS Standards?

Panduan Menghadapi Standar TIS Baru Thailand untuk Kemasan Makanan

Thailand mulai memberlakukan persyaratan yang lebih ketat untuk material kemasan berbahan kertas yang digunakan dalam aplikasi food contact. Regulasi baru ini menandai perubahan penting bagi packaging manufacturer, food brand, converter, serta eksportir yang melayani pasar Thailand. Mulai 22 Juni 2026, sejumlah produk kemasan pangan berbahan dasar kertas wajib memenuhi Thai Industrial Standards (TIS), yang sebelumnya masih bersifat sukarela. Produsen dan importir produk yang terdampak diwajibkan memperoleh lisensi produk yang sesuai sebelum memasarkan produknya di Thailand.

Bagi pelaku industri yang memasok kemasan makanan dan minuman di Asia Tenggara, perubahan ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap keamanan bahan kontak pangan, pengendalian migrasi zat kimia, traceability produk, serta kepatuhan regulasi. Dengan memahami cakupan standar baru dan mempersiapkan diri sejak dini, perusahaan dapat mengurangi risiko gangguan operasional sekaligus mempertahankan akses ke sektor makanan dan minuman Thailand yang terus berkembang.

Apa Saja Standar Baru Thailand untuk Kertas Kontak Pangan?

Kementerian Perindustrian Thailand telah menetapkan dua standar food-contact paper sebagai syarat wajib:

  • TIS 2948-2562 (2019) – Paper for Food Contact
  • TIS 3438-2565 (2022) – Cooking Paper

Bagi sebagian besar perusahaan kemasan makanan dan minuman, TIS 2948-2562 kemungkinan menjadi standar yang paling relevan. Standar ini mencakup kertas, paperboard, dan wadah berbahan kertas yang dirancang untuk kontak langsung maupun tidak langsung dengan makanan, termasuk aplikasi pangan umum dan makanan panas yang berpotensi menyebabkan migrasi zat dari kemasan ke makanan.

Standar ini berfokus pada persyaratan keamanan produk untuk membantu memastikan bahwa material kemasan tidak memengaruhi keamanan pangan selama penggunaan. Regulasi ini juga sejalan dengan tren global yang semakin menempatkan food-contact materials dan perlindungan konsumen sebagai prioritas utama.

Sementara itu, TIS 3438-2565 secara khusus mengatur produk cooking paper yang digunakan untuk aplikasi seperti menyaring cairan panas, memanaskan ulang makanan, atau proses memasak pada suhu hingga 220°C. Berbeda dengan TIS 2948-2562, standar ini memiliki persyaratan tambahan terkait pemilihan bahan baku, termasuk pembatasan penggunaan recycled pulp.

Baca Juga 89% Konsumen Siap Bayar Lebih untuk Kemasan Ramah Lingkungan

Siapa Saja yang Berpotensi Terdampak Regulasi Ini?

Regulasi baru ini berlaku untuk produk kertas kontak pangan yang dipasarkan di Thailand. Karena itu, pihak yang paling terdampak adalah perusahaan yang memproduksi, mengimpor, atau memasarkan produk kemasan jadi ke pasar Thailand.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Packaging converter yang memproduksi paper cup, mangkuk kertas, tray, wrapping paper, dan berbagai jenis wadah makanan.
  • Brand F&B yang mengimpor kemasan untuk digunakan di Thailand.
  • Importir dan distributor kemasan pangan jadi.
  • Produsen cooking paper dan produk kertas untuk kebutuhan baking.

Meskipun pemasok paperboard mungkin bukan pihak utama yang memegang sertifikasi berdasarkan regulasi ini, mereka tetap memiliki peran penting dalam mendukung kepatuhan dengan menyediakan material food-contact beserta dokumentasi teknis yang diperlukan oleh mitra di sepanjang rantai pasok.

Bagaimana Cara Mempersiapkan Bisnis Menghadapi Standar Baru Thailand?

Tinjau Kembali Spesifikasi Kemasan yang Digunakan

Langkah pertama adalah memahami sejauh mana material kemasan yang saat ini digunakan telah sesuai dengan persyaratan TIS yang relevan.

Beberapa aspek yang perlu dievaluasi antara lain:

  • Komposisi bahan baku
  • Penggunaan virgin fiber dan recycled fiber
  • Kesesuaian untuk kontak pangan
  • Potensi risiko migrasi zat
  • Performa produk pada aplikasi pangan yang dituju

Audit internal sejak dini dapat membantu mengidentifikasi potensi kesenjangan kepatuhan sebelum produk memasuki pasar Thailand.

Pahami dan Verifikasi Persyaratan Sertifikasi yang Berlaku

Penerapan standar wajib ini menghadirkan kewajiban lisensi dan sertifikasi yang sebelumnya tidak berlaku untuk banyak produk food-contact paper.

Produsen dan importir perlu memastikan:

  • Standar TIS yang berlaku untuk produk mereka
  • Persyaratan pengujian dan dokumentasi
  • Ketentuan penandaan dan pelabelan produk
  • Prosedur perolehan lisensi untuk masuk ke pasar

Karena persyaratan kepatuhan dapat berbeda tergantung jenis produk dan penggunaannya, melakukan verifikasi lebih awal bersama lembaga pengujian dan sertifikasi yang kompeten dapat membantu mengurangi ketidakpastian regulasi.

Update dan Antisipasi Regulasi dari Jauh-Jauh Hari

Meskipun persyaratan wajib mulai berlaku pada 22 Juni 2026, persiapan kepatuhan sebaiknya dilakukan jauh sebelum tanggal implementasi.

Proses pengujian, peninjauan dokumentasi, sertifikasi, hingga penyesuaian rantai pasok sering kali membutuhkan waktu yang tidak singkat. Perusahaan yang menunda persiapan hingga mendekati tenggat implementasi berisiko mengalami keterlambatan yang dapat memengaruhi ketersediaan produk maupun akses pasar.

Mengintegrasikan perencanaan kepatuhan ke dalam strategi pengembangan kemasan dan pengadaan material dapat membantu menjaga kelangsungan bisnis sekaligus meminimalkan gangguan menjelang implementasi regulasi.

Baca Juga What’s Driving APAC’s Shift in Packaging Trends?

Mari Kerja Sama dengan Supplier Kemasan yang Sesuai Regulasi

Walaupun sertifikasi biasanya menjadi tanggung jawab converter, manufacturer, importir, atau brand makanan, bekerja sama dengan supplier material yang tepat dapat membuat proses menjadi lebih mudah dan efisien.

Supplier material yang dapat menyediakan informasi teknis, hasil pengujian, dan dokumen pendukung yang diperlukan untuk kebutuhan regulasi dapat membantu perusahaan memenuhi persyaratan regulasi dengan lebih mudah.

Sebagai contoh, supplier paperboard seperti Foopak dapat mendukung converter dan brand makanan dengan menyediakan paperboard untuk kontak pangan yang didukung oleh keahlian teknis, sehingga pelanggan lebih siap menghadapi perkembangan regulasi kemasan di berbagai pasar, termasuk Thailand.

Scroll to Top