What Decarbonizing Supply Chains Means for Packaging
What Decarbonizing Supply Chains Means for Packaging

Apa itu Dekarbonisasi Supply Chain dan Pengaruhnya untuk Packaging?

Supply chain decarbonization kini menjadi salah satu prioritas utama bagi berbagai industri dalam mencapai target iklim mereka. Selama ini, upaya pengurangan emisi sering berfokus pada proses manufaktur, transportasi, atau penggunaan energi. Namun, kemasan kini semakin dipandang sebagai salah satu elemen penting yang turut memengaruhi jejak karbon di sepanjang rantai pasokan (supply chain).

Hal ini juga menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam diskusi di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah model pembiayaan senilai US$2 miliar untuk mempercepat penggunaan material rendah karbon pada rantai pasok industrikertas, kemasan, dan tekstil, termasuk material yang berasal dari limbah pertanian maupun tekstil daur ulang. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa upaya menurunkan emisi tidak dapat hanya berfokus pada satu tahap produksi. Seluruh rantai nilai, termasuk material kemasan yang digunakan perusahaan, turut berperan dalam mendukung decarbonization.

Apa Arti Supply Chain Decarbonization bagi Industri Kemasan?

Supply chain decarbonization adalah upaya mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan sepanjang siklus hidup suatu produk, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pengelolaan produk setelah digunakan.

Dalam industri kemasan, hal ini berarti perusahaan tidak lagi hanya mempertimbangkan fungsi maupun biaya, tetapi juga memperhatikan bagaimana material diperoleh, diproduksi, didistribusikan, hingga dikelola setelah masa pakainya berakhir. Seiring meningkatnya perhatian terhadap Scope 3 emissions (emisi tidak langsung yang dihasilkan di sepanjang value chain) kemasan menjadi salah satu area strategis yang dapat membantu perusahaan mengurangi jejak karbon. Dalam industri tertentu, Scope 3 emissions bahkan menyumbang porsi terbesar dari total emisi karbon perusahaan.

Baca Juga Apa Itu Emisi Scope 3 dan Bagaimana Dampaknya?

Bagaimana Kemasan Memengaruhi Emisi dalam Supply Chain?

Pilihan material dan desain kemasan dapat memengaruhi emisi karbon di berbagai tahap supply chain.

Sumber Material

The environmental impact of packaging begins with the raw materials used. Materials derived from renewable or responsibly managed sources can help reduce reliance on fossil-based resources and support lower-carbon supply chains.

Dampak Proses Produksi

Setiap jenis material kemasan membutuhkan energi dan sumber daya yang berbeda selama proses produksi. Oleh karena itu, semakin banyak perusahaan yang mulai mempertimbangkan jejak karbon dari proses manufaktur ketika memilih solusi kemasan.

Efisiensi Transportasi

Desain kemasan juga memengaruhi efisiensi distribusi dan penyimpanan produk. Kemasan yang lebih ringan dan dirancang secara optimal dapat membantu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan selama proses transportasi.

Pengelolaan Setelah Digunakan

Cara sebuah kemasan dikelola setelah digunakan, baik melalui daur ulang, pengomposan, maupun proses pemulihan material lainnya, turut memengaruhi dampak lingkungannya secara keseluruhan. Kemasan yang dirancang untuk mendukung circularity membantu mengurangi limbah sekaligus menjaga agar material tetap memiliki nilai guna lebih lama.

Cara Beralih ke Material Kemasan dengan Emisi Lebih Rendah

Perusahaan yang ingin mengurangi emisi dari penggunaan kemasan dapat mempertimbangkan beberapa langkah berikut.

1. Memprioritaskan Material Berbasis Serat (Fibre-Based Materials)

Kemasan berbasis serat (fibre-based packaging) semakin banyak digunakan sebagai alternatif untuk mendukung rantai pasok dengan emisi yang lebih rendah. Berbagai inisiatif industri yang diperkenalkan sepanjang 2026 juga menempatkan material berbasis serat dan inovasi kertas generasi terbaru sebagai bagian dari strategi decarbonization.

2. Merancang Kemasan yang Mendukung Circularity

Kemasan yang dirancang agar dapat didaur ulang, dipulihkan, atau dikomposkan berpotensi mengurangi dampak lingkungan sepanjang siklus hidupnya sekaligus mendukung penerapan circular economy.

3. Bekerja Sama dengan Pemasok yang Bertanggung Jawab

Kolaborasi dengan pemasok kini menjadi semakin penting, terutama dalam upaya mengurangi Scope 3 emissions. Memilih pemasok yang mengutamakan sustainability, transparansi, dan praktik pengadaan yang bertanggung jawab dapat memperkuat strategi decarbonization di seluruh rantai nilai.

4. Melihat Dampak Lingkungan Secara Menyeluruh

Saat memilih material kemasan, perusahaan tidak lagi hanya mempertimbangkan biaya awal. Kini, semakin banyak bisnis yang mengevaluasi dampak lingkungan secara menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pengelolaan setelah kemasan digunakan.

Baca Juga Langkah-Langkah Mengukur Life Cycle Assessment pada Kemasan

Dukung Target Dekarbonisasi Bersama Foopak

Seiring semakin banyak perusahaan yang berupaya melakukan supply chain decarbonization, pemilihan kemasan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung target sustainability.

Foopak menghadirkan solusi paper dan paperboard packaging berbasis serat yang dirancang untuk membantu brand beralih ke material kemasan renewable tanpa mengorbankan performa yang dibutuhkan untuk berbagai aplikasi makanan maupun produk konsumen. Dengan menggabungkan material yang bersumber secara bertanggung jawab dan teknologi paperboard yang inovatif, Foopak membantu bisnis memperoleh solusi kemasan yang mendukung ekspektasi sustainability sekaligus strategi rantai pasok dengan emisi yang lebih rendah.

Temukan berbagai solusi kemasan berbasis serat dari Foopak dan lihat bagaimana bisnis Anda dapat mengambil langkah nyata menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Scroll to Top