Membangun Masa Depan Bekelanjutan: Menggali Peluang Circular Economy

Berjalannya waktu membuat kita semakin menyadari bahwa kita hidup di dunia yang sumber daya alamnya terbatas. Namun, produksi dan konsumsi manusia terus meningkat bahkan hingga menghasilkan limbah yang merusak lingkungan dari segi produksi maupun konsumsi. Salah satu solusi yang ada saat ini adalah konsep ekonomi sirkular, konsep yang mempromosikan penggunaan sumber daya secara efisien dan bertanggung jawab. Konsep ini merupakan pengganti konsep pendahulunya yaitu ekonomi linier.

 

Ekonomi Linear vs Ekonomi Sirkular / Source: Pertamina

 

Berdasarkan World Economic Forum (2022), ekonomi sirkular merupakan model ekosistem yang berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu sumber daya, bahan baku, dan produk yang ada agar dapat dipakai selama mungkin. Prinsip dari ekonomi sirkular mencakup pengurangan limbah dan polusi, menjaga material terpakai selama mungkin, dan meregenerasi sistem alam.

5 Prinsip Utama Ekonomi sirkular / Source: Kementerian Perindustrian Republik Indonesia

 

Prinsip utama yang terdapat pada ekonomi sirkular adalah 5R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Recovery dan Repair. Lima prinsip tersebut dapat dilakukan melalui pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce) melalui optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse), dan penggunaan material hasil dari proses daur ulang (recycle) maupun dari proses perolehan kembali (recovery), atau dengan melakukan perbaikan (repair). 5 perilaku ini saling memenuhi untuk menciptakan konsep Ekonomi sirkular. Berikut ini dampak positif dari Implementasi ekonomi sirkular:

Berikut ini dampak positif dari Implementasi ekonomi sirkular:

  1. Pengurangan Limbah: Berdasarkan data World Bank 2020, saat ini dunia menghasilkan lebih dari 346,500 ton limbah plastik setiap tahunnya. Dalam ekonomi sirkular pendekatan berfokus pada reuse dan recycle, dan pemulihan bahan yang dapat mengurangi volume limbah yang pada akhirnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
  2. Efisiensi Sumber Daya: Sumber daya alam yang terbatas semakin dieksploitasi dalam ekonomi linear konvensional. Namun, dengan menerapkan ekonomi sirkular, efisiensi sumber daya dapat ditingkatkan. Misalnya, reuse dan recyle bahan mentah yang dapat mengurangi kebutuhan ekstraksi sumber daya baru, seperti logam, plastik, dan kayu.
  3. Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca: Penerapan ekonomi sirkular dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dalam ekonomi linear, produksi dan pembuangan limbah menghasilkan emisi yang signifikan. Dalam ekonomi sirkular prinsip-prinsip seperti penggunaan ulang, daur ulang, dan pemulihan dapat mengurangi kebutuhan produksi baru yang berkontribusi pada emisi.
  4. Potensi Pertumbuhan Ekonomi: Menurut laporan Ellen MacArthur Foundation, penerapan ekonomi sirkular memiliki potensi untuk meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto) global hingga $1 triliun pada tahun 2025. Ini mencerminkan peluang ekonomi yang signifikan yang dapat diciptakan melalui peralihan ke model ekonomi yang berkelanjutan.
  5. Peningkatan Lapangan Kerja: Laporan yang sama juga menyatakan bahwa penerapan ekonomi sirkular dapat menciptakan sekitar 100 juta lapangan kerja baru di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh permintaan yang meningkat untuk sektor-sektor seperti daur ulang, pemulihan bahan, perbaikan produk, desain berkelanjutan, dan inovasi teknologi yang mendukung ekonomi sirkular.

Salah satu contoh penerapan sirkular ekonomi dalam bisnis adalah pemanfaatan desain produk fundamental yang berkelanjutan. Dalam hal ini sebuah perusahaan merancang produk/material yang dapat direcyle dan dapat digunakan kembali sehingga memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Lalu untuk penerapan dalam kehidupan sehari-hari bisa dilakukan dengan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai dan disubtitusi dengan kertas.

Inovasi dan desain mendorong perusahaan untuk terus menciptakan produk yang lebih tahan lama, mudah didaur ulang, dan berkelanjutan dalam penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dan pengembangan solusi yang lebih baik untuk mengatasi tantangan lingkungan.

Foopak Bio Natura / Source: Foopak

 

Asia Pulp and Paper dibawah naungan Sinarmas Group memproduksi kertas ramah lingkungan yang berstandard foodgrade yaitu Foopak Bio Natura. Produk ini merupakan salah satu perwujudan dari ekonomi sirkular untuk kebutuhan kemasan konsumsi makanan dan minuman dengan keunggulannya yang ramah lingkungan seperti tidak mengandung plastik, dapat didaur ulang, dapat dikomposkan, dan di-repulp tanpa tambahan bahan kimia apapun.

Apabila konsep ekonomi sirkular ini diterapkan 3 pihak yaitu Industri, pemerintah, dan masyarakat, program ini akan teraktualisasi cepat di lingkungan.

Konsep ekonomi sirkular dapat terwujud jika industri, pemerintah, dan masyarakat bekerja sama dalam mengimplementasikannya. Industri dapat mengadopsi praktik produksi yang bertanggung jawab dan penggunaan kemasan ramah lingkungan. Pemerintah dapat memberlakukan kebijakan dan regulasi yang mendukung penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan dan dapat di daur ulang. Sementara itu, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam membeli barang sesuai kebutuhan dan juga ramah lingkungan

Dengan inovasi, kolaborasi, dan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan melalui ekonomi sirkular. Setiap individu memiliki peran penting dalam mengurangi limbah dan mendukung prinsip ekonomi sirkular melalui tindakan sederhana seperti mengurangi, mendaur ulang, dan mengedukasi sesama.

Dalam ekonomi sirkular, kita memiliki peluang untuk menjaga lingkungan dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Mari bersama-sama mencapai visi ekonomi sirkular dan membangun masa depan yang lebih baik bagi kita semua.

Website Design & Development by PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.